6 Maret 2017

Rekrutmen Guru Kontrak Di Mentawai, Pemda Lebih Memilih Tamatan SMA dan Paket C Dari Pada Sarjana Pendidikan di Sekolah Dasar

Dengan adanya otonomi daerah, maka sebagai Daerah Otonom,diberikan kebebasan untuk menentukan kebijakan untuk mengelola daerah itu sendiri. Begitu juga dengan dunia pendidikan ,  dimana daerah dapat merekrut tenaga pendidik. Oleh sebab itu penerimaan guru kontrak daerah ini banyak menimbulkan kontroversi. Disisi lain penuh dengan kepentingan, namun juga sistem rekrutmen yang tidak jelas indikator kelulusannya. Bahkan informasi dari Penilik Sekolah (PS) bahwa kejanggalan itu muncul saat mengetahui bahwa selama proses seleksi malah tamatan Sarjana Pendidikan kalah bersaing dengan Guru Tamatan SMA bahkan ada yang Paket C.

Guru kontrak daerah ini memang cukup menjanjikan bagi para guru yang lulus, dimana gaji yang diterima langsung dari anggaran belanja dan pendapatan daerah (APBD). SK yang diterima juga langsung dari Bupati itu sendiri. Da diharapkan para guru kontrak daerah dapat lebih maksimal untuk mendidik. Saya termasuk salah satu peserta Seleksi Guru Kontrak di suatu darah, maka saya tahu sistem rekrutmennya. Dan bukan karena unsur kecewa sama pemerintah karena tidak lulus, walaupun saya tidak lulus Guru Kontrak tetapi saya sudah lulus Sertifikasi Guru PPGs pasca SM-3T. Jadi telah memiliki ijin untuk mendidik peserta didik yang sah menurut UU no 14 tahun 2005 tentang  guru dan dosen
.
Sebagai tenaga pendidik, saya sendiri merasa janggal karena sistem rekrutmen yang penuh dengan kepentingan. Fenomena ini dapat kita temui dengan adanya sistem rekrutmen di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Dimana justru yang lolos menjadi guru kontrak adalah yang tamatan SMA, bahkan ada yang lulus dari setara Paket C. Bukan berarti kita sepelekan yang tamatan SMA dan Paket C, tetapi apakah sistem rekrutmennya sudah sesuai sistem pendidikan saat ini? Saya tidak dapat membayangkan bagaimana guru yang tamatan SMA/Paket C ini mengelola kelas, membuat media pembelajaran, meyusun RPP, dan membuat program Semester, Tahunan. Apalagi dengan menggunakan teknologi terkini, saya ragu mereka dapat menyesuaikan sistem pendidikan dengan Kurikulum saat ini dapat diselenggarakan dengan baik. Apalagi saat ini guru itu harus dapat mahir teknologi dalam proses pembelajaran. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Mentawai pasti mempunyai data yang valid mengenai tamatan guru yang mendidik di Sekolah Dasar.

Sedangkan tamatan Sarjana Pendidikan (S.Pd) konsentrasi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Tidak Lulus. Padahal para alumni Sarjana Pendidikan ini telah mengikuti pendidikan kurang lebih 4 tahun dan telah melalui berbagai tes dan pelatihan. Hal ini disebabkan para guru Sekolah Dasar itu harus benar-benar terlatih dan mendapatkan pendidikan khusus. Beda dengan jurusan yang lain, seperti Geografi, Kimia, Biologi, Fisika dan lainnya. Para Guru SD ini harus terbiasa mendidik anak dari dasar, sehingga anak  SD ini memiliki dasar untuk melanjutkan kejenjang selanjutnya. Jika pendidikan SD dapat berjalan dengan baik, otomatis di SMP, SMA anak ini akan menonjol daya belajarnya.

Sungguh aneh, jika Pemerintah daerah malah percaya putra-putri daerahnya justru menerima Tamatan SMA bahkan Paket C untuk mendidik anak sekolah dasar, yang sangat butuh pendidikan dasar khusus. Itulah realita yang ada di Kabupaten Kepulauan Mentawai, dengan otonomi darah maka, jabatan guru telah dimasuki kepentingan Politik Praktis. Sudah menjadi rahasia umum jika yang lulus adalah yang punya orang dalam. Jika ada formasi dibutuhkan yang tidak ada saingan lah yang dapat lulus dengan mudah. 

Dalam seminar yang dilaksanakan di Universitas Negeri Padang, mengenai Guru dan Tenaga Kependidikan, dimana menurut sekreetaris Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK Kemdikbud) bahwa otonomi daerah menjadi salah satu kendala memeratakan pendidikan di Indonesia. Sehingga dengang otonomi daerah, maka daerahlah yang mengelola baik guru dan tenaga kependidikan lainnya. 

Jadi saat ini profesi guru diseleksi bukan berdasarkan keprofesionalan dan kompetensi yang dimiliki, melainkan kedekatan dengan para pejabat pembuat keputusan. Pendidikan saat ini dimana pemerintah pusat meningkatkan standar sertifikasi guru, diaman tahun 2019 nilai batas kelulusan adalah 80, maka justru didarah ada merekrut tenaga pendidik di SD tamatan SMA dan Paket C.

Saya setuju jika Peserta didik yang hebat juga dipengaruhi oleh guru yang luar biasa. Oeh sebab itu pemerintah daerah harus lebih tepat sasaran dlam menentukan guru yang mendidik di sekolah. Sehingga tercipta suasana belajar yang nyaman dan lulusan berkompeten. Sehingga tercipta Generasi emas dalam menyongsong Bonus Demografi Indonesia kedepannya.
Read More

Penerimaan CATAM, CABA, Dan TARUNA AKMIL 2017

Telah dibuka Pendaftaran dari Catam, Bintara dan Akmil 2017. Sehingga ada peluang bagi para putra-putri terbaik bangsa untuk mengembangkan karir di dunia Militer. Dimana dengan karir militer dapat bepetualang dan mengenal Indonesia secara utuh. Sebagai abdi negara Indonesia, karir militer juga sebagai petualangan.

Informasi dari Pusdiklat:
1. JADWAL PENERIMAAN:
A. Tamtama TNI AD
Gelombang 1 Bulan Maret
Gelombang 2 Bulan Oktober

B. Tamtama TNI AL
Gelombang 1 Pendaftarab Online 21 November 2016 sampai januari 2017
Gelombang 2 Juni - Juli 2017

C. Tamtama TNI AU
Gelombang 1 Februari - Maret 2017
Gelombang 2 Juli - September 2017

D. Taruna AKMIL
Dibuka Bulan Maret-Mei
AAL dan AAU dibuka Maret - April

PERSYARATAN:
1. WNI
2. Beriman dan Bertaqwa Kepada TYME
3. Setia kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 45.
4. Umur paling Rendah 17 thn 9 bln dan paling tinggi 22 thn saat mendaftar.
5. Tidak memiliki Catatan Kriminal.
6.Sehat Jasmani, Rohani dan tidak berkacamata.
7. Tidak kehilangan hak menjadi prajurit Berdasarkan Putusan Pengadilan.

Persyaratan TES 
*1. Administrasi *
- Ijasah SKHU SD, SMP, SMA.
- KK, KTP Ortu, AKTE, SKCK & Foto ukr.4 x6.

*2. Tes Parade *
- Postur Badan.
- Tinggi Badan.
- Penyakit Kulit.

*3. Tes Kesehatan *
- Parises.
- THT.
- Buta Warna.
- Tes Mata.
- Ambiyen.
- Tinggi Badan.

*4. Tes Jasmani *
- Lari 6 Putaran selama 12 menit.
- Push Up 35 kali.
- Pull Up 12 kali.
- Sit Up 30 kali.
- Shutle Run.
- Renang Bebas.
- Postur Tubuh.

*5. Tes Mental Ideologi
- Tes Tertulis.
- Tes Wawancara.
- Tes membuat Surat pengantar Koramil/Kodim.

*6. Tes Psycologi
- Hitungan Koran.
- Hitung pengetahuan Umum.

*7. Tes Kesehatan Jiwa
- Pemeriksaan Ureine.
- Ronsen.
- Jantung.
- Darah.

*8. PANTUKHIR
- Perengkingan Nilai dari Tes Pertama s.d Terakhir.

*9. Tes Akhir :* Untuk Bintara Di Rindam masing-masing.
Semoga Sukses dan Indonesia Semakin Maju dan Berdaulat


Read More

4 Maret 2017

Investasi Sawit Ditolak Saat Ekonomi Masyarakat Melambat di Mentawai

Investasi sangat dibutuhkan dalam pengembangan ekonomi suatu daerah, semakin tertarik investor melirik suatu daerah maka Pembanguna akan semakin membaik. Dan para investor biasanya sangat selektif dalam menanamkan modalnya. Diberbagai wilayah ada begitu banyak sektor yang dilirik oleh para investor, seperti dibidang Pertanian, Pariwisata, Perikanan, Energi dan Budaya. Makanya saat ini banyak kepala daerah begitu giat mempromosikan daerahnya bagi para investor.
Sawit yang ditanam warga (Pak Naenggolan) di KM.37 Pagai Selatan
Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan kondisi Geografis berupa Kepulauan dan terdiri dari banyak pulau baik pulau besar dan kecil memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan dan investor. Terkhusus di sektor pariwisata, karena daya tarik ombak dan pasir putih yang begitu mempesona. Sehingga sangat nyaman bagi para pelancong luar negeri berlibur di Mentawai. Sampai saat ini telah banyak ditemukan berbagai villa, resort yang dibangun di berbagai pulau lokasi surfing. Jadi sektor pariwisata jelas potensinya dalam upaya meningkatkan Pendapatan asli daerah. 

Disektor Kehutanan saat ini dimentawai masih ada perusahaan yang  masih beroperasi, seperti di Pulau Pagai dan Siberut. Berarti sektor kehutanan juga masih potensial menghasilkan kayu super dan berkualitas ekspor. Tapi apakah masyarakat sejahtera? Tidak usah jauh-jauh, apakah masyarakat disekitar Perusahaan Pengelola hutan sejahtera? Hingga saat ini, masyarakat tetap banyak hidup dibawah garis kemiskinan. 

Karena  lahan yang subur dan potensial dibidang perkebunan, banyak juga investor dibidang perkebunan yang melirik mentawai. Bahkan begitu ngotot untuk sosialisasi konversi lahan ke perkebunan sawit. Perusahaan perkebunan sawit ini tertarik karena lahan masih luas dan sangat cocok. Sebagian masyarakat di berbagai desa sudah setuju dengan kedatangan sawit. Tetapi ada juga desa yang menolak dengan terus terang. Dan hingga saat ini juga kedatangan sawit menimbulkan pro dan kontra.

Disisi lain dengan adanya rencana dan tahap sosialisasi masuknya perkebunan sawit di Mentawai banyak yang menolak, seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), tokoh Masyarakat, GKPM, hingga pemerintah terang-terangan menolak sawit dimentawai. Dengan alasan bahwa perkebunan sawit tidak cocok di mentawai dan akan merusak tanah di Mentawai.Sementara kalau kita kaji dari segi pemulihan ekonomi, maka kedatangan investor sawit ini jelas akan meningkatkan perputaran uang di Mentawai. Begitu jugan dengan perbaikan sarana dan prasarana yang perlahan akan dibangun oleh perusahaan. Karena jika hanya mengharapkan dari pemerintah dan APBD, jelas pembangunan akan melambat.

Karenan saat ini Kondisi ekonomi masyarakat banyak yang melambat, dengan produksi dan harga jual komoditas pertanian tidak sebanding dengan kebutuhan bahan pokok . Seperti halnya masyarakat korban Gempa dan Tsunami 2010 yang direlokasi ke hunian tetap KM. 37 dan sekitarnya. Masyarakat sudah dapat tinggal nyaman di Hunian Tetap yang dibangun pemerintah, tetapi ekonomi masih belum memadai. Adapun dana pemulihan yang dijanjikan oleh Pemerintah tidak kunjung ada. Sehingga banyak masyarakat yang  kembali ke perkampungan lama untuk berkebun, karena disana telah ada kebun kelapa. Walaupun banyak para LSM yang datang untuk mengemangkan ekonomi masyarakat, seperti pertanian, dan peternakan, hal ini belum mampu mengubang kondisi ekonomi masyarakat

Bahkan saat ini banyak warga yang justru datang ke daerah Pesisir Selatan dan Pasaman Barat untuk bekerja di perkebunan sawit. Alasan warga karena disana masyarakat dapat bekerja dan mendapatkan uang untuk kebutuhan keluarga. Sementara jika di mentawai dengan bertani tidak mencukupi kebutuhan keluarga. 

Saat ini sawit ditolak di Mentawai, tetapi banyak masyarakat Mentawai yang bekerja di Perusahaan perkebunan Sawit di luar daerah Mentawai. Oleh sebab itu ada indikasi bahwa ekonomi di Mentawai disektor Pertanian, Perikanan, Peternakan belum mampu memulihkan ekonomi masyarakat.
Jika pemerintah sudah menolak sawit di Mentawai, begitu juga dengan para tokoh masyarakat dan LSM. Seharusnya Pemerintah juga cepat memikirkan sektor lainnya yang harus dikembangkan, sehingga ekonomi cepat pulih. Karena masyarakat butuh biaya untuk kehidupan sehari-hari.




Read More

Batak Street Food Masak "SAKSANG" B2.



Saksang
adalah masakan khas daerah batak Kristen. Saksang adalah daging Babi
yang dimasak dengan rempah2 khusus. Sehingga rasanya begitu istimewa
dikalangan masyarakat batak. Jika ada acara pesta, makan yang menjadi
menu utama dalam masyarakat adalah masak saksang Babi. Bagian babi ini
dipotong sedemikian rupa, karena ada makna tersendiri. Jadi jika ada
acara adat bikan sembarang potong babi.Dalam setiap syukuran tidak
lengkap rasanya pesta jika tidak ada daging babi, baik itu saksang, Babi
Panggang, Maupun Sup. 
Namun
ada salah satu bumbu yang khusus dari daerah batak, yang mwmbuat rasa
daing babi menjadi enak yaitu Andaliman. Bumbu ini hanya ditemukan
didaerah batak saja yaitu Tapanuli, Simalungun, Karo, Pakpak. Warisan
nenek moyang masakan saksakng dan BPK merupakan masakan yang cukup eksis
dipertahankan masyarakat di pasaran. Oleh sebab itu masyarakat batak
wajib mempertahankan dan melestarikan masakan ini.
Read More

"Terimakasih Guruku" Siswa/i KM.37 Pagai Selatan





Kegiatan Peringatan Hari Guru di KM.37, Kecamatan Pagai Selatan, Mentawai. Kegiatan dihadiri seluruh guru dan siswa. Siswa yang hadir yaitu dari SMP N 2 Pagai Selatan dan SMA N 1 Pagai Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan keharmonisan dan kedekatan antara Peserta didik dan Guru. begitu juga dengan moment ini dapat meningkatkan keprofesionalan seorang guru dalam mendidik.
Read More

2 Maret 2017

Telah Dibuka Sekolah Ikatan Dinas CPNS Bagi Lulusan SMA

Sekolah Ikatan dinas merupakan peluang bagi para putra-putri terbaik bangsa. Dimana para peserta yang lolos adalah yang mendapat kesempatan pendidikan sekaligus langsung ditempatkan oleh pemerintah untuk bekerja sebagai pegawai negeri sipil.
Saat ini minat dan peserta sekolah ikatan dinas ini sangat tinggi, karena sudah terjamin menjadi PNS dan selama pendidikan dibiayai oleh Negara. Namun untuk mendapatkan satu kursi sekolah ikatan dinas ini sangat butuh persiapan yang bagus. 

Pada tahun ini 2017 telah dibuka peluang sekolah ikatan dinas bagi taruna/i di lembaga atau kementerian. Dimana pada tahun ini yang dibuka penerimaan pada lembaga pendidikan adalah sebagai berikut: 
1. Kementerian Keuangan (PKN STAN)  : 4.920 Orang
2. Kementerian Dalam Negeri (IPDN)     : 1.689 Orang
3. Kementerian Perhubungan (STTD)    : 165 Orang
4. Kemenkum HAM                                 : 500 Orang 
5. Badan Intelejen Negara (STIN)           : 124 Orang
6. Badan Pusat Statistik (STIS)               : 600 Orang
7. BMKG                                                  : 250 Orang
8. Lembaga Sandi Negara (STSN)          : 100 Orang

Peserta melakukan pendaftaransecara online melalui portal http://www.panselnas.id/ pada tanggal 3-31 maret 2017.

Dengan persyaratan umum sebagai berikut:
a. Warga Negara Indonesia
b. Lulus Pendidikan SMA sederajat
c. Memiliki Nomor Induk Kependudukan (KTP)
d. Pelamar hanya bisa mendaftar disalah satu sekolah ikatan dinas
e. Bersedia membayar biaya pendaftaran

 Untuk info lebih lengkap dapat dilihat di http://www.idsalim.com/2017/03/penerimaan-cpns-bagi-lulusan-sma.html
Read More

21 Februari 2017

Perjuangan Pelajar SMA N 1 Pagai Selatan (Mentawai) Ditengah Keterbatasan

Pendidikan menjadi dasar bagi setiap individu untuk mengembangkan kompetensinya dikemudian hari. Demikian halnya bagi para Pelajar di SMA N 1 Pagai Selatan. SMA Satu Atap (SATAP), dimana saat ini masih menompang Proses Belajar (PBM) di SMP N 2 Pagai Selatan. Begitu juga dengan pimpinan SMA ini masih dijabat oleh Plt yaitu Kepala Sekolah dari SMP N 2 Pagai Selatan Bapak Arnis Sakeru, S.Pd.Dengan sistem satu atap, maka urusan dan berbagai masalah menjadi tanggung jawab dari pada Kepala Sekolah SMP. 
Siswa SMA N 1 Pagai Selatan sedang belajar di gedung SMP N 2 Pagai Selatan
Dengan Berbagai permasalahan baik PBM dan lain sebagainya dihadapi oleh para guru dan kepala sekolah hal ini bukan menjadi penghalang bagi sistem pendidikan di sekolah ini dalam kelancaran proses belajar mengajar. Tekad para guru dan siswa begitu tinggi dalam meningkatkan pendidikan di daerah ini. Apalagi lokasi sekolah ini merupakan daerah Relokasi Hunian Tetap (HUNTAP) Pasca gempa dan Tsunami 2010 di Mentawai. 

Dengan status Daerah relokasi, maka daerah ini masih dalam tahap pembenahan. Seperti Rumah hunian tetap yang sudah ditempati masyarakat. Tetapi jalan yang merupakan salah satu akses ke daerah ini masih kurang layak, begitu juga dengan telekomunikasi. Dimana saat ini yang tersedia hanya jaringan Wifi, internet dari Kominfo. Dengan keterbatasan dan jarak sekolah yang begitu jauh dari pemukiman, para peserta didik rela jalan kaki sejauh 6 kilo meter. Karena di daerah ini belum ada transportasi khusus bagi anak sekolah. Hanya sebagian siswa/i naik sepeda motor dan diantar oleh orang tua.

Peserta didik di SMA ini lebih dari 100 orang, yang didominasi dari daerah relokasi huntap. Karena masih sekolah yang statusnya Satu Atap denga SMP. Tentu segala fasilitas belum memadai, dan sangat butuh ketersediaan penunjang pembelajaran. Seperti hal utama adalah, buku bacaan dan pelajaran bagi para siswa dan guru. Seratusan lebih siswa SMA ini hampir tidak dapat buku pelajaran, sehingga minat dan wawasa belajar anak agak terbatas. Hingga saat ini juga para peserta didik hanya mendapatkan materi dari guru saja.

Walaupun sudah dalam pembangunan gedung SMA, tetapi sekolah ini tidak mencukupi buat rombel di SMA. Sehingga harus tetap menompang di SMP. Para guru di SMA ini yang PNS hanya Plt Kepsek SMP, selain itu guru Kontrak dan beberapa Guru tidak tetap. Begitu juga dengan guru dari Program SM-3T dari LPTK Unimed ada 3. Guru juga dituntut supaya dapat lebih kreatif ditengah keterbatasan sarana dan prasarana. Dan hingga saat ini penulis sendiri yang merupakan alumni SM-3T dan PPG SM-3T mengabdikan diri di SMA ini sebagai guru sukarela. 
Kebiasaan belajar dan membaca harus diterapkan dari sejak dini, sehingga menimbulkan minat belajar dan rasa ingin tahu dari para peserta didik. Sehingga tercipta generasi emas, generasi yang dapat dimanfaatkan dalam menyongsong bonus demografi 20 hingga 30 tahun mendatang. Mari Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia.

Read More