21 Februari 2017

Potensi Dan Kontroversi Sawit di Mentawai

Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan salah satu Kabupaten yang berada di daerah terluar Indonesia. Kepulauan dengan 4 Pulau besar, yaitu Pulau Siberut, Sipora, Pagai Utara dan Selatan. Lokasi Ibukota Kabupaten di Tuapejat, Pulau Sipora. Pulau Sipora secara geografis berada ditengah antara Pulau Pagai dan Siberut.
Sawit yang ditanam pak Naenggolan di KM.37 Pagai Selatan
Curah Hujan yang cukup tinggi, membuat hutan yang tumbuh di daerah ini heterogen. Sehingga di beberapa pulau besar memiliki potensi hasil hutan yang cukup melimpah dan dipasarkan ke luar daerah. Wajar saja jika banyak perusahaan yang mengeksploitasi hasil alam berupa kayu dari mentawai. Hingga saat ini ada beberapa Perusahaan yang aktif mengolah hasil hutan Mentawai.
Tidak hasil hutan saja yang dilirik para investor, saat ini ada dari bidang pariwisata dan perkebunan. Salah satunya adalah investor Sawit, yang tertarik untuk menanamkan modalnya di Mentawai. Dengan lahan dan kondisi alam yang cukup subur, maka investor begitu gencar untuk mengalih fungsikan lahan di mentawai menjadi perkebunan kelapa sawit.
Masyarakat sebagian ada yang setuju dengan masuknya sawit, tetapi ada juga yang tidak. Oleh sebab kehadiran sawit menjadi sangat kontroversi di mentawai. Bahkan Para Mahasiswa LSM sangat gencarnya menolak sawit. Bahkan Ketua Umum Serikat Petani Indonesia sekaligus Koordinator La Via Campesina organisasi gerakan petani sedunia Henri Saragih, jelas-jelas menolak kehadiran sawit di Mentawai. Karena tidak sesuai dengan kondisi alam dan sangat berdampak negatif terhadap masyarakat dan alam. Begitu juga dengan pemerintah, sudah setuju jika kehadiran investor sawit ditolak oleh Pemerintah Daerah.
Alasan penolakan sawit ini sangat berdasar, yaitu dampak dari sawit yang membuat lahan menjadi kering dan tandus, karena sifat dari sawit yang menyerap air. Walaupun demikian, para masyarakat masih ada yang setuju jika sawit masuk di daerah ini. Karena jika dikalkulasikan, maka perputaran uang dan ekonomi akan menjadi lebih baik di Mentawai.

Saat ini ada salah satu masyarakat (Pak Naenggolan) yang menanam sawit di Mentawai, tepatnya di KM.37 Pagai Selatan. Sawitnya begitu subur dan sangat potensial jika semua masyarakat menanam sawit secara bersamaan. Jika tiap dusun menanam sawit 1 hektar misalnya, dikali beberapa dusun dan Desa, maka sangat potensial untuk ekonomi masyarakat yang berbasis kekeluargaan.
Kehadiran sawit di mentawai memang penuh pro dan kontra, tetapi ada juga beberapa masyarakat diberbagai dusun dan desa yang mau menanam sawit di ladangnya. Karena kebun sawit ini sangat besar dampaknya terhadap perkembangan ekonomi masyarakat. Karena saat ini kondisi ekonomi di daerah Pagai Selatan, seperti relokasi Hunian Tetap pasca Gempa dan Tsunami begitu lambat.Hingga kehadiran sawit yang dilematis di Mentawai. Jika lahan masyarakat dikonversi ke tanaman sawit, dampaknya lahan akan kurang subur, Namun Ekonomi masyarakat semakin membaik. oleh sebab itu butuh kreatifitas dari masyarakat untuk berwirausaha dan Pemerintah yang peka terhadap Keadaan Ekonomi masyarakat.
Read More

16 Februari 2017

Guru Profesional Yang Sukarela

Sarjana Pendidikan (S.Pd) merupakan gelar yang didapatkan oleh para putra-putri terbaik bangsa yang berminat dan mengabdikan diri sebagai guru yang berpengaruh. Dimana kurang lebih selama 4 tahun pendidikan akademik yang ditempuh di Perguruan Tinggi. Dengan bekal pendidikan ini, para alumninya dapat mendidik di berbagai daerah, baik di Yayasan Swast maupun Pegawai Negeri.Namun pendidikan di Indonesia selalu berubah, mulai dari Kurikulum yang selalu berganti, bahkan ada rumor “Ganti Menteri maka Ganti Kurikulum”. Hingga saat ini di Indonesia ada 2 kurikulum yang masih dipakai di sekolah-sekolah yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum 2013. Alas an dari penerapan Kurikulum yang berbeda disetiap sekolah ini adalah kesiapan dari setiap sekolah. Walaupun Saat ini sedang dipersiapkan setiap sekolah bertahap menerapkan Kurikulum 2013 (Kurtilas). 
Peserta Workshop PPG SM-3T -4 UNP dengan Dosen Dan Guru Pamong
Regulasi di Indonesia mengenai Pendidikan selalu dinamis dari waktu ke waktu. Sesuai UU N0 14 tahun 2005, tentang Undang-undang Guru dan Dosen mewajibkan para guru untuk mengikuti sertifikasi. Dimana bagi yang sudah Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengikuti PLPG (Pendidikan Latihan Profesi Guru). Sedangkan yang belum PNS dengan mengikuti Pendidikan Profesi Guru. Dalam proses pendidikan ini para tenaga pendidik mendapatkan pendidikan khusus selama satu tahun, mengenai Keprofesian Guru, berbagai standar proses yang harus dilalui. Sehingga kelak dengan kurikulum yang dipakai disekolah, mutu dari sistem pendidikan kita sesuai harapan.

Pendidikan profesi ini kita tempuh sesudah melewati Pendidikan Akademik 4 tahun, jadi telah melewati berbagai banyak pengalaman dan latihan pengembanga diri. Saat ini Pendidikan Profesi Guru yang dibuka belum ada buat regular, yang ada hanya melalui jalur  khusus seperti SM-3T. Yaitu program para Sarjana Pendidikan Mengabdi di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal, kemudian PPGT, dan Basic Science. Jadi Pendidikan Profesi Guru setara dengan Pendidikan Profesi Dokter, Akuntan, Perawat, Apoteker dan lain sebagainya. Dan seharusnya setelah menempuh pendidikan profesi seperti Dokter misalnya akan berhak mendapatkan tunjangan sesuai keahliannya, demikian juga Apoteker, Perawat, dan Akuntan. Mereka telah mendapatkan apresiasi dari pemerintah dan lembaga swasta sesuai dengan peraturan yang berlaku. Begitu juga dengan serapan tenaga ahli profesi ini, jarang ada yang menganggur walaupun mengabdi di daerah pedalaman. 

Untuk mendapatkan sertifikat ini tidaklah mudah, bahkan pemerintah menetapkan standar yang tinggi. Yaitu batas kelulusan yang tinggi, yaitu saati ini 70, tahun berikutnya 75, hingga 80. Nilai kelulusan 80 adalah standar minimal kelulusan yang ditetapkan pemerintah secara proporsional. Hal ini diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, dimana orang tua anak tentu lebih percaya jika anaknya dididik oleh guru yang lolos dengan standar 80 dari pada 70. Seperti itulah asumsi penetapan batas kelulusan sertifikasi guru. Oleh sebab itu, pendidikan profesi buka program biasa, tetapi telah melalui standar proses yang tinggi

Bagaimana dengan Alumni Pendidikan Profesi Guru saat ini? Apakah sudah semua mendapat kesempatan dapat mendidik di sekolah? Kenyataannya belum semua dapat mendapat kesempatan. Masih banyak menganggur, bahkan bekerja diluar dunia pendidikan. Sementara diberbagai daerah banyak guru yang belum mendapat sertifikat. Walaupun ada saat ini yang namanya Program Guru Garis Depan (GGD) yang dirilis pemerintah pusat tetapi faktanya program ini belum menjadi program unggulan bagi berbagai daerah. Malah ada rumor bahwa program ini menimbulkan kontrofersi, dimana para putra daerah seperti guru honor dan kontrak daerah tidak dapat mengikuti tes ini. Karena beberapa syarat yang belum terpenuhi seperti sertifikat pendidik. Pemerintah daerah tentu lebih memilih putra daerah dari pada dari luar daerah. Program GGD merupakan ASN yang SK nya langsung didapat dari Pemerintah Pusat. Hingga saat ini yang ada hanya GGD angkatan 1, sedangkan GGD 2 masih dalam proses seleksi, dan menunggu kepastian dari Pemerintah. Memang program ini telah mendapatkan tunjangan sesuai dengan UU. 

Bagaimana dengan nasib dan pergerakan ribuan alumni PPG saat ini dalam meningkatkan dunia pendidikan? Masih banyak alumni PPG yang belum mengajar, apalagi mendapatkan haknya, seperti tunjangan profesi. Walaupun ada yang mengabdi di yayasan swasta, tapi jumlah yang terserap hanya sedikit. Sisanya masih menganggur, bahkan sebagian rela menjadi tenaga sukarela di sekolah. Yang namanya sukarea, rela mengabdi walaupun tidak dapat gaji, apalagi tunjangan profesi? 

Bahkan di berbagai daerah, malah yang tidak mendapatkan sertifikat yang diterima jadi guru. Dengan otonomi daerah, maka berbagai daerah memiliki hak otonom untuk merekrut tenaga pendidik di sekolah. Maka tidak jarang sudah marak istilah KKN, dan kualifikasi tenaga pendidik yang diamanatkan UU No 14 Tahun 2005 tidak menjadi prioritas. Padahal dengan mendapatkan Sertifikat profesi ini, para tenaga pendidik telah mendapat SIM, atau legalitas sebagai guru Profesional. 
Yang lebih parah akibat dari otonomi daerah saat ini adalah, rekrutmen guru kontrak di suatu daerah. Dimana banyak yang lolos adalah tamatan SMA yang mengabdi di Sekolah Dasar (SD). Sedangkan tamatan Sarjana Pendidikan (S.Pd) jurusan PGSD tidak lulus. Sungguh aneh tapi nyata, dimana pemerintah daerah berarti lebih percaya anak bangsa dididik oleh yang tamatan SMA dari pada alumni Perguruan Tinggi, bahkan kampus negeri lagi.

Jadi saat ini kualitas pendidikan kita di Indonesia sedang dipertaruhkan dengan sistem pendidikan yang tidak sesuai dengan harapan di berbagai daerah. Mungkin jadi seorang guru tidak cukup menguasai kompetensi Akademik, Sosial, Profesional, dan Kepribadian. Karena kalau sudah di ranah politik, para pemerintah daerah sudah punya titipan masing-masing. 

Itulah realita profesi guru, yang sudah banyak mengeluarkan biaya, mulai dari Pendidikan Akademik 4 tahun dilanjutkan Pendidikan Profesi Guru 1 tahun. Telah banyak memakan waktu dan materi, namun belum juga mendapatkan kesempatan jadi guru, apalagi tunjangan guru profesionalnya, itu hanya mimpi. Guru professional malah sukarela, itulah perjuangan dan harga diri yang harus dipertahankan oleh para guru professional. Karena guru professional itu adalah insan pendidik bangsa, guru masa depan Indonesia. Sehingga Indonesia dapat benar-benar memanfaatkan bonus demografi 20 hingga 30 tahun kedepan. 

Adanya Proteksi Pemerintah.
Oleh sebab itu, hal utama yang dilakukan pemerintah adalah adanya proteksi bagi para Guru yang sudah Sertifikasi. Karena menyangkut kesempatan mendidik disekolah, ditengah otonomi daerah yang belum tentu berpihak pada para guru professional. Walaupun guru yang belum sertifikasi juga ada yang berkualitas, tetapi standar pendidikan kita telah diatur oleh Undang-undang No 14 tahun 2005, tentang  guru dan dosen.  Untuk apa UU ini dibuat dengan biaya yang menelan milyaran rupiah kalau tidak diaplikasikan? 

Hal lain yang adalah persatuan dari para alumni Pendidikan Profesi Guru, yang mana tergabung dalam Masyarakat SM-3T Indonesia, dan Persatuan Guru Republik Indonesia. Sehingga pemerintah dapat memetakan potensi, proteksi dan program lain yang lebih tepat sasaran. Sehingga Pendidikan Profesi Guru menjadi Profesi yang setara dengan Profesi Dokter, Apoteker, dan Akuntan baik dari segi kewajiban dan haknya.

Read More

Telah Dibuka Rekrutmen Guru Ke Malaysia 2017

Peluang bagi putra-putri bangsa yang mau berkarir sebagai tenaga pendidik anak Indonesia di Luar Neger yaitu Malaysia. Program ini dirilis oleh Kementerian Pendidikan dibawah naungan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Pemerintah mewajibkan para anak bangsa wajib belajar 9 tahun. Dan faktanya masih ada anak Indonesia yang tinggal di luar negeri sedang butuh pendidikan. Seperti di Negara Malaysia, Singapura, dan Filipina. Begitu juga upaya meningkatkan rasa nasionalisme generasi Indonesia, maka Guru terbaik dari Indonesia akan mendapat kesempatan mengajar di luar negeri. 
Selama 2 tahun peserta akan mengabdi di Luar Negeri mendidik Anak Indonesia yang mana orang tuanya bekerja di Malaysia sebagai karyawan perkebunan dan perikanan dan lain sebagainya. Program ini merupakan tahapan yang ke -8 diselenggarakan oleh pemerintah. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Universitas Negeri Semarang (UNS) merupakan Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang akan mengadakan seleksi yang dikoordinasikan dengan Dirjen GTK Kemdikbud. 

Adapun jumlah guru yang akan diterima adalah sekitar  75 orang dari berbagai disiplin ilmu. Adapun persyaratan dan jurusan yang diterima dalam seleksi ini dapat dilihat disini
Read More

15 Februari 2017

Kala Guru SM-3T dan Alumni PPG SM-3T Mengabdi di Satu Sekolah

Tidak dipungkiri, program unggulan pemerintah yaitu Sarjana Mendidik Di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T) merupakan Calon Guru Masa Depan yang berpengaruh. Hal ini terbukti dari sistem rekrutmen melewati berbagai tahapan dengan peminat yang banyak. Setelah itu mengabdi di daerah 3T selama setahun, dan akan mendapatkan beasiswa penuh Pendidikan Profesi Guru. 
Guru SM-3T dengan Alumni PPG SM-3T di SMA N 1 Pagai Selatan, Mentawai.
Pemerintah telah menetapkan standar untuk menjadi tenaga pendidik di Indonesia, yaitu harus melalui sertifikasi. Yaitu dengan mengikuti Pendidikan Profesi Guru bagi para Sarjana Pendidik. Hal ini sejalan dengan amanat UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru Dan Dosen. Dimana para guru dan dosen diwajibkan mengikuti sertifikasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kulaitas pendidikan di Indonesia. Sehingga 20 hingga 30 tahun kedepan Indonesia akan mengalami bonus demografi. 
Siswa/i SMA N 1 Pagai Selatan, Kab. Kep Mentawai
Fakta di Indonesia yaitu walaupun sudah sertifikasi, tetapi banyak para guru Allumni PPG SM-3T yang menganggur bahkan cari kerja tidak sesuai dengan bidangnya. Hal ini sangat bertentangan dengan UU. Dimana UU mewajibkan guru disertifikasi, nyatanya malah yang tidak sertifikasi yang mendapat peluang. Sementara yang sudah sertifikasi tidak dapat jam mengajar. Semoga ketimpangan ini dapat segera diatasi oleh pemerintah.

Beda dengan Dinas Kesehatan, yang dapat merekrut para tenaga medis untuk dapat mengabdi di pedalaman, walaupun kontrak darah. Sementara di Dinas Pendidikan sangat terbatas untuk diangkat mengangkat tenaga kontrak. 

Namun ada hal unik dari program SM-3T ini, dimana antara Peserta SM-3T dan Alumni PPG SM-3T sama-sama mengabdi di salah satu sekolah negeri. Yaitu SMA N 1 Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kabupaten ini merupakan salah satu sasaran program SM-3T demi mempercepat ketertinggalan pendidikan di Mentawai. Yaitu peserta dari LPTK (Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan) dari Universitas Negeri Medan disebar mengabdi di berbagai sekolah pelosok,  dan sama mengabdi dengan Peserta PPG SM-3T LPTK Universitas Negeri Padang. 
Jaringan Internet di Sekolah
Sama-sama mengabdi ditengah keterbatasan sarana dan prasarana merupakan suatu hal yang biasa dilalui peserta SM-3T. Saat ini telah dibangun jaringan internet ditiap sekolah dan desa, hal ini merupakan suatu kemajuan dan terobosan luar biasa dari pemerintah. dengan adanya internet desa dan sekolah, para guru, siswa dan masyarakat melek ingormasi dari desa. Dan internet ini dapat menjadi media untuk mempromosikan potensi desa masing-masing. Dengan sama-sama mengabdi, maka akan meningkatkan kualitas Pendidikan di daerah sasaran. Begitu juga dengan visi dan missi SM-3T untuk Mencerdaskan Indonesia. Guru SM-3T harus rela mendidik dengan model dan media pembelajaran berbasis alam sekitar. 

Leo Randus Saragih, S.Pd, Gr merupakan alumni SM-3T yang sama mengabdi dengan SM-3T angkatan 6. Suasana baru muncul karena sesama program akan saling membantu. Walaupun guru professional tetapi tetap sukarela. Yaitu rela tidak diberikan gaji dan tunjangan setifikasi.  Maka dengan kebersamaan antara para peserta didik dan guru, sekolah menjadi lebih kompak dan nyaman. SMA N 1 Pagai Selatan merupakan sekolah yang baru dibangun. Dimana para guru dan gedung masih diberdayakan dari SMP N 2 Pagai Selatan. Dengan memasuki 2 shift proses belajar mengajar.
  
Dengan berinteraksi dengan siswa dan para guru, akan menikmati proses belajar di sekolah. Oleh sebab itu para guru yang mengajar di SMA N 1 Pagai Selata  tetap menjaga kekompakan. Saling melengkapi dalam menjalankan tugas yang diamanahkan oleh pemerintah dan masyarakat. 

Sebagai alumni PPG SM-3T maka harus memberikan contoh bagi para guru, siswa maupun masyarakat. Sehingga terjalin proses belajar dilingkungan yang mendukung. Kiranya pendidikan di Indonesia akan maju ditangan para guru yang provisional dan visioner.
Read More

3 Februari 2017

CINTA VERSI MALUKU BARAT DAYA

OLEH: FITRI DAENG SIJAYA

CINTA itu indah,seindah PANTAI JAWALANG di pulau KISAR.
Bergelora bagaikn GELOMBANG di TANJUNG pulau MAUPORA.
Yg membuat mabuk seperti SOPI di pulau LETI.
Namun terkadang CINTA itu terasa ASIN SEPERTI IKAN DI Pulau LUANG.
PEDISNYA cinta pernah dirasanya juga seperti BAWANG MERAH DI PULAU LAKOR.Tapi sayangnya cinta itu mahal seperti harga barang di PULAU TEPA
Walaupun demikian cinta itu ttap setia dan kokoh seperti GUNUNG WARLALI di pulau DAMER.
JERNIH,SEJERNIH AIR TIAKUR di pulau MOA..
Tapi Cinta itu bisa menyisakan luka yg dalam seperti TAMBANG MAS di pulau WETAR
Read More

22 Januari 2017

Danau Tihu, Surga Yang Jatuh ke Bumi

 OLEH: Desmaiyanti, S.Pd., Gr
“Surga yang jatuh ke bumi”, begitulah seorang Nadine Chandrawinata yang sempat menginjakkan kaki di tanah Kalwedo ini, menggambarkan rasa kagumnya. Ibarat permata yang bertaburan di lautan membentuk pulau-pulau kecil nan indah. Daratan-daratan yang istimewa. Bukan hanya karena pesona keindahan yang memuaskan mata tetapi juga cerita-cerita unik yang menyertainya. Setiap tempat menyajikan cerita rakyat yang tidak pernah dilupakan masyarakat. Diceritakan turun temurun sebagai kekayaan budaya. Dan di sana akupun mendapatkan cerita itu, ya di sana di Pulau Wetar. 
 Pulau Wetar, istimewa karena mengambang menjadi daratan paling besar di antara pulau-pulau lainnya. Kupikir luasnya hampir sama dengan Singapura, ahh sudahlah kalaupun tidak, jangan kau pikirkan hehe... Pulau ini berhadapan langsung dengan negara tetangga kita Timor Leste. Negara yang pernah menjadi keluarga kita. Bahkan konon kabarnya serumpun dengan masyarakat Wetar. Dan katanya juga bahasa yang mereka pakai, mirip dengan bahasa di Pulau Wetar. Saat udara tenang, angin teduh, ombak bergerak teratur, dan langit cerah tak berawan, nampaklah di depan sana, daratan asing itu. Membentang begitu panjang. Dan bila malam tiba, kerlap kerlip keindahan kota saat malam hari bisa kita saksikan. Ya, kota di negara tetangga. Saat kita alihkan pandangan ke daratan di mana kita berpijak, waaaah berbeda 180 derajat, hanya satu kata yang terpikirkan, gelap cuy!  

Kegelapan malam yang mencekam akan segera sirna saat mentari pagi mulai mengintip di ufuk timur seiring dengan kokokan ayam yang berniat melakukan satu-satunya hal berguna yang bisa dilakukannya selain mengganggu dan berak. Aih... Saat sinar mengusir pekat, saat itu keindahan tersaji di mana-mana. Membuat siapa saja tersenyum memulai hari yang mungkin akan berat. 

Di tengah-tengah pulau akan kau dapati keindahan danau dengan air bening yang jika kau lihat dari kejauhan berwarna hijau toska. Danau Tihu. Danau yang cukup luas berdindingkan perbukitan yang menjulang tinggi. Di sana bersusun air terjun-air terjun yang belum tersentuh. Alami dan masih perawan. Di salah satu sisi terdapat pulau kecil bernama Pulau Ibu. Pulau yang tidak pernah tenggelam meski air meluap. Di sana-sini berdiri lembah-lembah dipenuhi pepohonan berusia tua. Siapa sangka di balik semua keindahan ini, hampir semua warga takut mendekati dan menghabiskan hari untuk sekedar piknik di sana. Memang danau ini agak menyeramkan. Konon kabarnya, danau ini adalah rumahnya ratusan buaya-buaya yang beranak pinak dengan tenang. Banyak warga yang telah menyaksikan sendiri kehadiran buaya-buaya ini. Pulau ini memang terkenal memiliki banyak buaya. Mulai dari yang berukuran kecil sampai yang super besar. Dari yang berkepala satu sampai yang berkepala dua dan hebatnya lagi juga ada buaya putih. We a we waw!!  

Suburnya koloni buaya ini disebabkan karena adanya larangan berburu dan membunuh buaya. Di negeri ini, bila sembarangan membunuh buaya, akibat buruk akan segera datang. Bahkan katanya, kita akan meninggal layaknya buaya yang kita bunuh. 

 
Berbagai mitos mengiringi kehadiran buaya-buaya ini. Dan semuanya berhubungan dengan kisah asal mula terbentuknya Danau Tihu. Ada banyak kisah yang kudengar, salah satunya yang akan aku ceritakan padamu. Dengarlah aku berkisah, begini ceritanya :D


Dahulu kala, di Pulau Wetar hiduplah beberapa raksasa yang selalu mengganggu kehidupan masyarakat. Semua orang resah dan ketakutan. Tidak berani kemana-mana. Ketakutan ini disaksikan oleh dua orang kakak beradik yang memiliki ilmu tenaga dalam yang luar biasa. Mereka memiliki seorang ibu yang telah renta. Setiap hari mereka berlatih dan menambah kekuata untuk melawan raksasa-raksasa itu. Tibalah saat yang ditunggu-tunggu. Berdua mereka mengerahkan segenap kemampuan untuk memusnahkan pengganggu yang meresahkan itu. Ternyata lawan mereka sangat tangguh. Mereka akhirnya memutuskan mengorbankan diri mereka. Mereka mengeluarkan air yang sangat besar hingga menenggelamkan raksasa-raksasa itu. 

Namun, sebelum itu mereka menyelamatkan ibu mereka di sebuah daratan tinggi. Saat air telah menggenang daratan ini tidak pernah terbenam, dan akirnya dinamakan pulau ibu. Saat raksasa-raksasa itu tidak mampu lagi bertahan merekapun musnah. Kedua adik kakak ini pun masuk ke dalam air dan tak pernah kembali. Konon kabarnya mereka berubah menjadi buaya putih. Oleh karena itu, di sana tidak boleh membunuh buaya sembarangan karena mereka percaya buaya-buaya itu adalah jelmaan nenek moyang mereka. 

Dan buaya-buaya yang sekarang jumlahnya tidak bisa dihitung itu bisa dipanggil oleh tuan tanah yang memiliki hubungan keluarga dengan kakak beradik tadi. Saat mereka memanggil, buaya-buaya itu akan datang berbaris tanpa mengganggu manusia yang ada di sekitar mereka. Dan memang buaya-buaya itu tidak pernah menggigit manusia sembarangan. Hanya orang-orang yang memiliki niat jahat yang akan menjadi korban. Begitulah cerita rakyat yang dipercaya di sana. Layaknya cerita rakyat, meskipun tidak ada yang bia membuktikan kebenarannya, masyarakat tetap saja menceritakannya secara turun temurun kepada anak cucunya. Entahlah.


Read More

Mamaku Di Negeri Manise

 OLEH: Desmaiyanti, S.Pd.,Gr
Beberapa hari yang lalu, sekitar jam 4 pagi ibu membangunkanku. Memang malamnya aku sudah bilang bahwa esok aku ingin berpuasa. Ibu datang dengan sepiring nasi di tangannya. Antara sadar dan tidak, akupun langsung duduk tanpa membuka mataku. Ibu langsung menyuapiku yang setengah tidur. Akupun membuka mulut dan menelannya tanpa sungkan. Lihatlah betapa sayangnya ibu padaku. Kasih sayang inilah yang teramat aku rindukan di negeri rantau.

Tapi untunglah aku menemukan kasih sayang itu di sana, Di negeri manise.Saat itu aku memang kurang enak badan. Dimulai dengan tenggorokanku sakit dan tulang-tulang yang ngilu. Paginya kepalaku sudah terasa pusing dan perutku kurang enak serasa mau muntah. Karena aku selama ini jarang sakit, aku mengabaikan rasa sakit itu. “Ah, nanti saat ketemu siswa pasti sakitnya hilang”, pikirku. Memang biasanya saat kepalaku pusing atau perutku sakit, pertemuan dengan siswa-siswaku di dalam kelas cukup menjadi obat mujarab. Tapi ternyata sampai waktu jam pelajaran berakhir dan anak-anak kembali ke rumah, sakit di kepalaku tak juga reda. Badanku terasa hangat. Air liurpun terasa tawar. Ngilu di persendian semakin menjadi. Segera kulangkahkan kaki menuju rumah keluarga piaraku.

Sesampai di rumah aku langsung berbaring. Mataku panas bahkan nafasku juga. Mama yang sudah menungguku untuk makan siang di dapur sedikit heran melihatku tak kunjung datang ke dapur. Mamapun datang ke kamar dan terkejut melihatku berbaring tidak seperti biasanya. Mamapun meraba keningku. Wajahnya langsung cemas dan bergegas ke dapur, memanaskan air untuk mengompresku. Dalam tidurku, aku tahu saat itu mama melihatku lama. Seharian mama bolak balik ke kamarku melihat apakah panasku sudah turun atau belum. Saat aku terbangun betapa kagetnya aku melihat mama ada di sampingku. Dengan suara bergetar dan hampir menangis, mama berkata “sio kasiane ibu guru sakit, yang mana yang sakit ibu?”. 

Pandangan matanya teduh, seketika aku melihat ibuku di dalam matanya. Hampir saja aku menangis saat itu. Untunglah aku mendapatkan kasih sayang mama saat aku begitu merindukan ibu. Akupun kembali tertidur. Dan tahukah kau, saat aku tertidur, mama sudah bergegas menuju rumah bidan untuk memintanya datang ke rumah memeriksaku. Saat tahu ibu bidan belum pulang, mama memutuskan untuk mengantarkanku ke puskesmas. Saat itu mama tidak peduli dengan kue dagangannya. Dia tidak peduli dengan cucunya yang belum makan sepulang sekolah. Yang ada dalam fikirannya, bagaimana agar aku tidak lagi menderita karena sakit. Aku tidak pernah membayangkan mendapat perhatian yang begitu besar dari orang lain. Terima kasih mama untuk kasih sayang itu, terima kasih...
Read More